Senin, 22 Februari 2010

Respon

Seorang teman berkomentar gini: "Mana yang lebih baik, investasi tubuh atau hati? Karena upah buta akan datang dari labuhan manusia bermata malam. Kita harus berjuang sendiri dari dikte pemimpin ke wakilnya, wakil ke sekretarisnya, sekretaris ke bendaharanya, bendahara hingga ke yang hanya jadi pekerja. Namakan saja sebagai arus. Dan jadilah riak, kalau memang ingin berinvestasi."

Ya komentar yang masih ada kaitannya sama post gue tentang guru. Sejujurnya yang gue maksudkan dengan investasi tubuh adalah suatu sindiran kepada guru-guru yang suka makan gaji buta bahwa mereka hanya menginvestasikan tubuhnya,raganya dan mukanya di kelas tanpa membagi ilmu yang merupakan kewajiban beliau dan hak kita sebagai murid.

Awal posting ini terinspirasi dari beberapa guru di sekolah gue yang cuma dateng ke kelas tanpa melakukan tugasnya. Sebagai murid apakah kita akan diam sekarang dan tetep terjun ke siklus itu?

1 komentar: