Senin, 19 Oktober 2009

Perjamuan

Aku menjamu setan dalam pesta malam ini. Agar tamuku dapat bebas bergaul dengan nafsu. Aroma neraka mengepul dari hati yang meninggi atau ditinggikan ketika tengah mendesah nikmat. Menikmati tiap gesek sisi binal hidup. Mencapai kepuasan yang ekstrim. Semakin malam semakin menderita.
Saling menikam.
Saling menohok jantung.
Meremasnya,hingga hancur.
Menjilati darah segar tak bernyawa..

Jika surga dan nereka tak pernah ada. Aku yang tak pernah mati,tak akan berhenti membuat perjamuan semacam ini.
Nikmatilah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar