Rekonstruksi komposisi riwayat,
menjerat hingga punah jadi sejarah.
Nafas buangan memadamkan lilin,
dan mulai saling cumbu.
Hasrat berkelamin diurai sempurna dekomposer.
Pacuan beronde-ronde.
Konfliknya,
nyata.
Tubuh tak berfenomena membiru di trotoar.
Dibuang teman kencan yang sara lagi mara.
Wajah eksotis dipoles sensualitas kesegaran darah.
Sebagian mengering.
Hingga malam mengalami anemia.
Kaku dalam alibi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar