Rabu, 28 Oktober 2009

Saya Presiden!

Yap,saya presiden baru negara ini. Dengan segala rendah hati saya mencabut BLT untuk para papa atau yang berakting jadi papa. Saya alokasikan menjadi dana segar.

Eits,jangan buruk hati dulu. Dana segar ini bukan untuk umpan wanita seksi bergincu pemuas seks. Tapi saya alokasikan untuk membangun lapangan kerja. Tidak usah takut untuk yang tidak punya lencana gelar. Lapangan kerja ini untuk kalian. Bagi yang pemalas juga jangan khawatir. Pekerjaan ini tersedia dengan durasi singkat. Tiap-tiap dari kalian akan menyapu. Ya,hanya menyapu. Menyapu semua yang kalian sangka sudah bersih.

Saya bunuh tiap-tiap dari kalian yang menjilat. Yang mengerat uang. Yang menegak-tinggikan ketidakadilan. Akan ku koleksi kepala kalian di ruang kerjaku. Matilah. Matilah.

Ini rezim saya. Era saya. Bukan orde lama,orde baru ataupun orde kembang tidur. Bersiaplah!
Karena saya,presiden!

Dia dan selamanya

Dia dan selamanya.
Selalu ada,
tanpa duka.
Kenangan bahagia

Dia dan selamanya.
Selalu maya,
namun nyata.
Membungkam lebih dari kata

Dia dan selamanya.
Masih ada
dan selalu ada.
Selalu ada

Entah

Entah apa yang aku pikirkan sekarang.
Karena segalanya menjadi asing.
Seperti tidak mengenal siapa.
Siapa yang membuat paranoid dengan parodinya.
Begitu jauh jarak tidak bisa dijahit untuk mendekatkan.
Lalu,siapa peduli?

Mosi Peserta Remedial

Kami ingin amnesti
atas salah terka soal.
Yang menciderai nilai
sehingga kami remedial

Kami tidak selalu mengacu pada aksara
karena kami bukan apatis.
Yang menghadap untuk mencari tuntas
demi SKBM semata

Ini hanyalah mosi.
Bukan aksi demonstrasi.

sigh

yak kemaren gue dapet job buat ngajar anak-anak suku dalem gitu karena ada pengajar sukarelanya yang dihajar preman. entah kenapa ya ada oknum yang ngga pengen generasi muda jadi maju heran ckck. oya kejadian ini juga udah berlangsung lumayan lama. emang dasar preman bajingan uang honor gue diembat juga.... padahal buat beli kado cewe gue!

Sabtu, 24 Oktober 2009

What the melas

Yah gue ngeluh lagi... Hem sebenernya,gue gengsi bilang gue kangen cewe gue tapi rasanya gak biasa aja. Lagian,dia juga gak pernah bilang gitu ke gue. Hari ini gue sms belum dibales,cuma 1 wall doang. Yaudah sih,melas aja dah gue.
Heah,gue sebenernya pengeeen banget sehari tuh ada komunikasi. Tapi ya,dia tipe orang yang ngga terlalu suka dihubungin. Lagian dia itu milik semua orang. Jadi,minta dia mengkhususkan sedikit waktunya buat gue rasanya mustahil dan egois. Gue mau sok cool gabisa. Jujur aja,gue jealous juga liat banyak orang yang dapet perhatian dia. Mau cewe kek atau cowo kek sebodo dah. Padahal gue kangen haha. Gue harap dia ngga baca postingan ini hea...

Jumat, 23 Oktober 2009

Buka Situs Porno

Aksara dipandang mata lewat maya
Fantasi badaniah mengubun
Membentuk sensasi prakhayal
Keringat mengkristalisasi adrenalin

Penasaran memantik lakon
Terbius anestesi
Aksi ranjang jadi jalan
Birahi mengendus tubuh mana yang tanpa dalaman

Kekal dimanja dekap perawan
Purnama malu-malu menghisap batang perjaka
Selangkangan melebar minta dihujami
Dosa telah dicatat

Jabang bayi dikandung hayat
Musafir menanggung malu
Hijrah pada pemaksa kelahiran
Janin terkonsentrasi di dasar sanitasi

Senin, 19 Oktober 2009

Perjamuan

Aku menjamu setan dalam pesta malam ini. Agar tamuku dapat bebas bergaul dengan nafsu. Aroma neraka mengepul dari hati yang meninggi atau ditinggikan ketika tengah mendesah nikmat. Menikmati tiap gesek sisi binal hidup. Mencapai kepuasan yang ekstrim. Semakin malam semakin menderita.
Saling menikam.
Saling menohok jantung.
Meremasnya,hingga hancur.
Menjilati darah segar tak bernyawa..

Jika surga dan nereka tak pernah ada. Aku yang tak pernah mati,tak akan berhenti membuat perjamuan semacam ini.
Nikmatilah!

Pelacur Mati

Rekonstruksi komposisi riwayat,
menjerat hingga punah jadi sejarah.
Nafas buangan memadamkan lilin,
dan mulai saling cumbu.
Hasrat berkelamin diurai sempurna dekomposer.
Pacuan beronde-ronde.

Konfliknya,
nyata.

Tubuh tak berfenomena membiru di trotoar.
Dibuang teman kencan yang sara lagi mara.
Wajah eksotis dipoles sensualitas kesegaran darah.
Sebagian mengering.
Hingga malam mengalami anemia.
Kaku dalam alibi.