Hujan menyambut Desember
Gelap dan dingin
Sepertinya
suaraku beriak dalam perkelahian
Sudah tiga jam berlalu
Hujan jua telah memudarkan tinta sajak-sajakku
Hutan pinus kembali mengingatkanku
pada percintaan dengan hutan kenari
Rupaku buruk
janggutkupun basah dan lembab
Tapi tidak telanjang
sehingga malu tersisa
Satu jam lagi
aku akan menunggu
Sambil berpikir
betulkah aku tidak tertipu?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar