Senin, 30 November 2009

Kamu Rusak

Kamu...
telanjang di sisi ranjang.
Kamu...
nanar,rendah gairah.
Kamu...
sajak-sajak yang romantik.

Kamu...
muram yang cantik.
Kamu...
melambatkan bulir darah.
Kamu...
nikmati segala rasa.
Kamu...
denyut yang merobek sinting.

Kamu...
melodi yang berdetak.
mengalun,
berirama.
Kamu...
menggesek dawai
yang tiada diriwayatkan.

Kamu...
gestur tubuh tak berarah.
Kamu...
menyeramkan.
Kamu...
mayat hidup yang
permainkanku.

Minggu, 29 November 2009

Orasi Jalang Jakarta

Wahai kumpulan jalang
bersiaplah untuk bangkit!
Sudah saatnya kalian naik kasta,
menjadi pahlawan tanpa kutang.

Wahai para jalang
Sadarkah kalian?
Bahwa kalian adalah kunci kesuksesan
Pelicin kesukaran jalan menuju puncak

Katakan pada mereka
yang berceloteh tentang politik,
sambil tegang batang
dan basah celananya
tentang kenaikan harga tubuhmu!

Kalau tidak mereka panas kepalanya,
mereka pasti akan mencacimu.
Mengataimu murahan.
Lalu mengusirmu yang tanpa kutang.

Acuhkan sajalah!
Biarkan mereka mengendurkan batang mereka.
Lalu perlahan
mengeringlah cairan kelamin mereka

Beritakan pada sejawatmu
tentang orasi Jalang Jakarta.
Ikat kutang-kutangmu
pada sebatang galah.
Lalu kibarkan dan arak keliling kota.
Pamerkan tubuh-tubuh bercupang.

Wahai kumpulan Jalang
mintalah keadilan!
Jangan takut pada kelaparan!
Rebut kembali harga diri kalian!

Hidup Jalang!

Hujan Di Hutan

Hujan menyambut Desember
Gelap dan dingin
Sepertinya
suaraku beriak dalam perkelahian

Sudah tiga jam berlalu
Hujan jua telah memudarkan tinta sajak-sajakku
Hutan pinus kembali mengingatkanku
pada percintaan dengan hutan kenari

Rupaku buruk
janggutkupun basah dan lembab
Tapi tidak telanjang
sehingga malu tersisa

Satu jam lagi
aku akan menunggu
Sambil berpikir
betulkah aku tidak tertipu?

Curhat

Semoga semuanya bisa terpuaskan. Yah,gue juga punya emosi yang ngga mau gue bunuh karena manusia. Marah,kecewa lalu menangis misalnya. Laki-laki bukan berarti gak nangis. Tapi lebih ke kategori meminimalisir frekuensi menangis. Setelah tenang,lebih baik tidur. Besoknya akan lebih baik :) gue sangat berharap keluarga gue paham akan perubahan gue. Sejujurnya,gue pun gak pengen kaya gini. Butuh waktu untuk berubah dan kembali kaya dulu. Gue pun gak mau jauh dari sodara-sodara gue,tapi sejak ada masalah gatau kenapa gue jadi canggung sama semuanya. Sama kehidupan sosial,nilai pelajaran dan rasa percaya diri. Intinya beri gue waktu untuk kembali.

Sabtu, 28 November 2009

Petisi

Tersiar sebuah petisi.
Terketik minus dalam aksara.
Sekuat tenaga menjaring tajuk yang sudah disebar.
Nihil.

Hanya menghirup durja dalam-dalam.
Ah,andai tiada elegi yang kau bisiki,
mungkin tokoh roman tidak perlu berubah jadi antagonis.
Tetap jadi linear.
Tak usah mati.

Siklus Tawa

Umpamakan tawa seperti awan.
Yang bila bertemu matahari akan menggemuruh menjadi rintik,
lalu jatuh.

Meluncur,
mengguyur.
Seperti jutaan anak panah.
Menusuki bumi.

Menyatu mengisi lebak.
Mencipta kali.
Penuh sabar,
mengalir jadi laut.

Awalnya

Tawa terlontar dan menggumpal.
Kemesraan kian menebal.
Saat kehangatan mengkristal,
keceriaan kuat tiada mengganjal.

Agar Semuanya Tercukupkan

Jangan meratap,
segala yang sudah sedap.
Tak perlu merubah komposisi,
bila tak ada oposisi.

Anemia melanda
pada darah yang mengganda.
Memerahkan darah biru.
Menumbuk kasta menjadi satu.

Cukupkan,
cukupkan,
cukupkan.
Tercukupkan.

Jumat, 27 November 2009

Sampah

Mulutku berasap di sudut ruang itu. Gigih menghisap tembakau yang telah dipantik api. Mata sayu tetap terjaga disanggah problematika. Tapi tetap liar menjelajah wanita rok mini. Ataupun belahan dada yang dipertontonkan. Sampah,sampah,sampah. Ah..

Sabtu, 21 November 2009

That's right face

:D

Normal

Anggap semua normal.
Anggap semua baik-baik saja.
Anggap tidak pernah ada konflik.
Anggap tidak pernah remedial.
Anggap tidak pernah punya pacar.
Anggap tidak pernah putus.
Anggap tidak pernah jatuh cinta.
Anggap tidak pernah sakit.
Anggap tidak pernah nyeri.
Anggap tidak pernah luka.
Anggap tidak pernah hidup.
Anggap tidak pernah bernafas.
Anggap tidak pernah lahir.
Dan semuanya akan menjadi normal saja.

Kamis, 19 November 2009

Blablabla

Yah lagi-lagi gue ngeluh. Hari ini kambuh lagi,tapi alhamdulillah deh abis tidur kaya kebo jadi mendingan. Dan gue besok mau futsal :D woah I love futsal! Ngga sabar buat besok.

Rabu, 18 November 2009

Jejaring Sosial

Jejaring sosial adalah alat atau media pertemanan dunia maya yang diperuntukan untuk suatu kelompok ataupun masyarakat umum. Efek baiknya ada,tapi negatifnya juga banyak.

Kali ini gue gak akan bahas tentang efek positif atau negatif. Gue cuma bingung kenapa di Indonesia situs jejaring sosial gampang booming tapi juga gampang ditinggalkan. Padahal tiap orang belum tentu cocok dengan karakteristik dan fitur yang ditawarkan. Kan taglinenya "Yang penting punya."

Contohnya kaya Friendster yang sudah ditinggalkan oleh usernya ketika facebook lagi hot. Padahal dulu yang gak punya Friendster terkesan cupu,gak uptodate. Nah,kejadian yang sama pun tengah menimpa Facebook. Mayoritas usernya udah migrasi ke Twitter. Nah,selanjutnya adakah situs jejaring sosial yang bisa mengalahkan dan menggulingkan kedigdayaan Twitter?

Menuju Masyarakat Madani

Di buku Pkn ada satu bab tentang masyarakat madani. Arti simpelnya sih ya jadi masyarakat yang aktif dan demokratis. Tadi pagi gue liat di TV ada sekelompok mahasiswa yang bekerja sama dengan supir angkot mensabotase jalan yang rusak dan menurunkan tiap penumpang di angkot yang lewat jalan itu. Sampe ada seorang nenek yang nangis histeris diturunin dan barangnya ketinggalan di angkot. Untung pada akhirnya si nenek berhasil dapetin barangnya lagi.

Menurut gue sah-sah aja ya mau demo gimana juga tapi ya jangan jadi ngerepotin warga sipil. Mereka demo dan aktif tujuannya kan buat kesejahteraan tapi kok malah nyusahin. Ah iya untung ngga lupa,anarkis juga salah satu karakteristik mayoritas pendemo Indonesia. Apa ini semacam wujud penyimbolan kebebasan yang gila-gilaan setelah bebas dari rezim "BENTO" di mana hak dan kebasan berbicara mati suri?

Curhat :(

Yah agaknya gue harus instropeksi diri kenapa nilai gue TURUN DRASTIS. Hem tadi dibagiin nilai tes mandiri Sosiologi dan nilainya 77! Yang tadinya gemilang jadi terpuruk. Gue juga baruuuuu banget sadar cuma gue yang masih nyantai banget di kelas di saat temen-temen pada belajar,rajin dan usaha to the max. Thanks banget buat Tuhan yang udah nyadarin gue dengan hari ini. Seenggaknya gue jadi ketampar banget dengan hal-hal yang sebenernya kecil dan biasanya gue acuhin. Malu gue liat yang lain usaha keras tapi gue leha-leha yaaa walaupun nilai gue bagus-bagus(tetep aja turun). Yah semoga ngga cuma pikiran hari ini :)

Selasa, 17 November 2009

Dendam Lama

Serapah dariku. Untuk keberhasilanmu. Hey musuh! Entah kenapa kau selalu berhasil. Berhasil mengkebiri tiap lawan dengan tajuk yang mengkrisiskan. Walaupun rentetannya telah dimaklumi waktu,tetap saja kau pemenangnya. Pemenang sayembara kotornya mulut. Setan alaslah kau. Aku akan selalu ingat semua kebusukanmu. Dan tenanglah sayang,aku akan tetap bungkam.

Welcome!

Welcome back to school! :D yeah setelah 2 mingguan puas main akhirnya gue ambil rapot tengah semester. Hasilnya ENGGA MEMUASKAN!!! Karena ada yang lebih tinggi dari nilai gue shitylah bang. Oke,gue mutusin batal home schooling sebelum gue bisa jadi yang terbaik. Liat aja,semester depan gue bakal jadi raja! HAHAHA(dream). Gue sadar selama ini gue emang ngga pernah belajar dan tukang onar. Tapi gue bertekad lebih serius.

3 jurus pamungkas:
SEMANGAT
USAHA
OPTIMIS

Sebaiknya Mati

Sekelumit aksi yang membuatku membencimu. Aku tidak peduli padamu layaknya Babi haram yang ingin kuludahi. Padahal hanya nila setitik. Aku memang bukan orang bijak yang bisa memandang segala sesuatu dari berbagai arah. Juga tidak visioner. Maka berhati-hatilah. Kalau perlu enyah dan matilah.

Sabtu, 14 November 2009

Aura?

Tadi sore,karena bete di rumah gue jalan deh tuh keliling-keling pake angkot. Gak jelas tujuannya,cuma naik-turun,gonta-ganti angkot. Gak tau kenapa tiba-tiba di sebelah gue ada bapak-bapak yang nyerocos ke gue tentang aura.

B:Bapak-bapak,G:Gue

B: De,lagi ada masalah ya?
G: Sedikit.
B: Masa? Saya liat kamu punya masalah yang berat.
G: Haha,iya kali ya.
B: Kamu itu orang jenius,hitungan kamu bagus,hafalan juga kuat dan sosial kamu tinggi. Tapi masalah kamu bikin kinerja otak kamu nurun,kehidupan sosial kamu juga kacau. Kamu emang baik,suka nolong dan sosialis,tapi kamu juga harus tau batasan. Jadinya ngerugiin diri sendiri. Aura kamu kacau(ini orang sotil amat dah)
G: ......ahya(males nanggepin)
B: Kamu punya pacar?
G: Iya,punya
B: Kamu terlalu kebayang-bayang masa lalu. Ah ya,sini saya buka aura kamu!
G: Gak usaaaah!
B: (ngelakuin sesuatu)
G: Aduh panas wey!
B: Aura kamu udah saya buka.

G: Heh,iya deh thanks ya.

Sumpah itu gue ngga tau dia bohong atau ngga tapi itu rasanya panas banget! Gue ngga tau juga dia pake alat atau ngga. Yang pasti untung aja ngga dihipnotis.

Jumat, 13 November 2009

Siklus

Semua bernyanyi,
aku mencaci
Semua menari,
semerta-merta aku meludahi.
Aku bernyanyi,
mereka mencaci.
Aku menari,
semerta-merta aku diludahi.

Kejahatan

Pandang asa,
pakai asa.
Pada asa,
padam asa.

Alibi,
percaya.
Percaya,
alibi.


Mengulang
lagi.
Diulang
lagi.
Pengulangan
lagi.
Terulang
lagi.

Minta amnesti!
Minta amnesti!
Minta amnesti!
Minta amnesti!

Kamis, 12 November 2009

Kegiatan

Dua putaran membaring nafas perut,
hilang kantuk.
Tiga kali menyuap nutrisi,
kenyang.
Dua gayung berair terangkat,
bersih.
Lima kewajiban persujudan Tuhan,
senyum surga.

April

Aku suka harum udara April. Baunya mengilhami roman. Aromanya menebar elegi mawar. Wanginya menetas luka jadi cinta.
Kini tidak. Eleginya sudah punah jadi sejarah. Tidak lagi menjamu positif. Rusak.
Hingga kurobek kulit kepala. Mengganti isinya,merusak pikiran. Memori terhapus.
Cinta telah cidera

Senin, 09 November 2009

Akhir 3

Biar menjadi elegi,cedera pada historial. Jangan memicu anestesi. Biar dendam lama menikahi hasutan. Semoga ada yang menantikanmu,seperti aku menunggu kosmik ke tiga. Sampai nanti duka menetas luka. Jangan terkapar sesudah dieksekusi.

Jumat, 06 November 2009

Kunjungan Toilet

Ini bukan berarti gue lagi pup dan klosetnya mampet jadi gue posting tentang ini. Gue cuma menyadari berbagai hal bisa terjadi di tempat paling najis ini.

Toilet. Ya,tempat yang fungsi umumnya tempat pup dan pee ini telah bertransformasi seciamik mungkin. Entah karena bumi yang makin sempit atau manusia yang makin kreatif.
Ada beberapa jenis penggunaan toilet baru yang gue amati.

1. Tempat cari ide. Yap,banyak dari kita yang ngerasa idenya lebih lancar pas ada di tempat ini.
2. Tempat baca. Kaya artis senior kita yang kita sebut aja Koma Dusta. Beliau pernah bilang di toilet suka baca. Sampe toiletnya ada rak buku.
3. Tempat ngerokok.
4. Tempat smsan,online via hape,etc. Beberapa temen gue pas chat ditanya lagi apa,kadang jawabnya lagi pup.
5. Tempat ML. Saking tingginya libido,toiletpun jadi tempat favorit ML. Entah karena lebih merangsang,gak punya duit ke hotel atau emang gak ada tempat lain.
6. Tempat buang janin aborsi.

Yah,yang gue tau cuma segitu. Tapi menurut gue cukup menyadarkan betapa naiknya nilai kasta toilet.

Buku dan Kondom

Seorang temen gue yang didera nestapa akibat kehilangan buku ekonomi memberikan quotes yang brilian.

"Anak IPS yang gak punya buku ekonomi sama kayak ngeseks sama jablay ngga pake kondom!!"

mantap nian