Aku selalu menyimpan diorama dan figurmu
Karena kamu tidak biasa
Kamu selalu membugkam
ketika aku mencandumu
Semerta,perlahan aku terbakar
Menggelepar diracuni suhu
Aku rindu untuk bercumbu
dan,bait ke empat telah hilang!
Rabu, 11 Agustus 2010
Sebentar lagi 6 bulanan sama Muthia Delaamira! Seneng banget bisa ada dela di hidup gue. Yang sabar bgt sesuai sama nama ibunya Linda Sabar dan otaknya cemerlang kaya Mojojo bapaknya eh Moeljo deeng huakak.
Banyak hal yang udah dilalui bareng. Mulai dari hal yang manusiawi sampe yang paling freak sekalipun,belajar matematika yang rusuh karena pada sok pinter,makan kue buatan Dela yang biadab(asem) bgt rasanya,makan masakan dela yg enak. Muter-muter tiang lampu di daerah senanyan malem-malem,jalan gak tentu arah,berantem,berduel,adu panco dan adu otot sampe nyulik bayi orang huakaka gek deng kita bukan pasangan kriminal.
Dan selama 6 bulan ini gue punya banyak banget panggilan sayang. Raksasa dan anak kecil,Mumu dan Mimi,Nduty Gembrot dan botak dan yang paling mantep Cotiwan dan Cotiwati! Ini karena si preman berotot tersayang bacot banget. Jadi kalo bacot gue jawab: COT atau LU COT! bahaha.
Huahah semoga bisa awet sampe tua nanti ya sayangku Muthia Delaamira :*
Banyak hal yang udah dilalui bareng. Mulai dari hal yang manusiawi sampe yang paling freak sekalipun,belajar matematika yang rusuh karena pada sok pinter,makan kue buatan Dela yang biadab(asem) bgt rasanya,makan masakan dela yg enak. Muter-muter tiang lampu di daerah senanyan malem-malem,jalan gak tentu arah,berantem,berduel,adu panco dan adu otot sampe nyulik bayi orang huakaka gek deng kita bukan pasangan kriminal.
Dan selama 6 bulan ini gue punya banyak banget panggilan sayang. Raksasa dan anak kecil,Mumu dan Mimi,Nduty Gembrot dan botak dan yang paling mantep Cotiwan dan Cotiwati! Ini karena si preman berotot tersayang bacot banget. Jadi kalo bacot gue jawab: COT atau LU COT! bahaha.
Huahah semoga bisa awet sampe tua nanti ya sayangku Muthia Delaamira :*
Selasa, 03 Agustus 2010
Twin Things :*
Marcel pergi ke pasar jam 6 pagi. Dia membeli brokoli dan ikan asin. Tiba-tiba dia ingin menikah. Padahal ia belum berbelanja. Dia jatuh cinta dengan tukang tempe bernama Manda. Jantungnya berdegup, ia salah tingkah. Setiap hari Marcel cuma berani melihat sang pujaan hati dari jauh. Tentunya dengan menggenggam 2 potong tempe yang ia ciumi dgn hangat seolah itu pujaan hatinya. Sampai suatu hari, di dalam mimpi Marcel melamar pujaan hatinya itu, dan diterima. Marcel yang berfikir bahwa mimpi akan jadi nyata pun memberanikan diri melamar Manda dengan cincin dari janur (?). Ternyata orang tua Manda tidak setuju anaknya dinikahi oleh perjaka kribo seperti Marcel. Mereka memutar sekrup,badan dan otak agar Marcel urung melamar Manda dengan memberinya suatu syarat tantangan. Bukan main Marcel terkejut, bahwasannya ia diperintahkan untuk memotong leher onta betina dan ditanam di pekarangan gubuknya selama seminggu. Tapi demi cinta, Marcel tetap bersikeras untuk lulus dari syarat itu.
Ketika Marcel sedang kebingungan dengan syarat cinta dari Orang tua Manda,lewatlah Farah Safrina dengan gaharnya. Seketika itulah Marcel mengakhiri kebosanannya dengan online memakai Axis eh mengakhiri kebingungannya dan terbesit sesuatu di otaknya. "Wah, onta Mesir ini cukup cantik untuk disembelih!" pikir Marcel. Dilihatnya pisau roti di sebelah kopinya, dan diterjangnya wanita bernama Farah itu. Ketika pisau itu ada di leher Farah,Marcel menjadi iba dan urung menyemblih Onta Mesir itu. Lalu,Marcel menghadap ayahanda Manda dan berkata bahwa ia tidak sanggup membunuh demi cinta. Di hadapan kedua orang tua Manda, Marcel menyembah dan berkata sambil menangis, "Aku tidak bisa membunuh apa pun! Binatang sekali pun! Meski demi cinta. Maafkan aku.. Maafkan..!!" Ayah Manda akhirnya mengubah persyaratannya, Marcel diperint...ahkan untuk memerdekakan 8 budak milik Nadira Putri.
Setelah melawati rawa pampers,hutan kribo dan lembah terjal,sampailah Marcel di depan gerbang kerajaan Nadira Putri. Namun ada penjaga-penjaga kuat yang menghalangi langkah Marcel. Ajeng dan Dela kini berhadapan dengan Marcel, masing-masing menaiki kerbau putih dan membawa sapu lidi. Marcel, yang tanpa perbekalan senjata apa pun, berfikir untuk mengalahkan mereka dengan goyang seksehnya. Dengan jurus goyang banci,Marcel sukses membuat Ajeng dan Dela muntah-muntah. Lalu,munculah penjaga emo bernama Miranda Olga Viola. Tapi Olga yang sesungguhnya baik hati dan lemah lembut itu dengan mudah mempersilahkan Marcel masuk ke istana, tak lupa Olga memberikannya busur panah sebagai senjata. Dengan ragu, Marcel menerimanya dan berterima kasih.
Setelah menerima senjata dari Olga,Marcel mendengar jeritan Olga yang terinjak Fido si bayi berukuran normal. Ternyata untuk sampai ke istana Nadira Putri,Marcel harus melawan Rendi Priatama terlebih dulu! Sayang sekali, Rendi yang baru saja kecelakaan ketika pergi berburu bisa dikalahkan dengan mudah oleh Marcel. Tanpa diduga, terdengar suara-suara berisik yang tidak jelas dari pintu besar di sebelah Marcel. Dengan ragu Marcel membuka pintu besar itu dan ternyata itu adalah kediaman Nadira Putri! Ternyata Nadira Putri sedang bersama 8 budak yang menjadi target Marcel ganteng.
Pandangan Marcel tertuju pada satu budak bernama Rizka. Nadira yang menyadari buruknya kedatangan Marcel menantang Marcel untuk berduel. Di mata Marcel,Rizka menimbulkan kesan berbeda entah apa. Marcel yang sedang melamun tiba-tiba dikejutkan oleh teriakan Nadira. "Siapa kau, manusia cacingan!? Beraninya mengotori kediamanku!" kata Nadira dengan berang. Marcel yang mendapat sedikit energi setelah melihat Rizka hanya menjawab, "Aku diperintahkan untuk memerdekakan 8 budakmu, aku berharap bisa dengan jalan yang halus." Tentu saja Nadira berang mendengar penuturan Marcel yang ganteng dan polos itu. "enak saja! tidak semudah itu memerdekakan 8 budak cantikku!" tanpa diduga munculah Farah Safrina yang ternyata salah satu dari 8 budak dan berbalik membela Marcel ganteng.
Farah yang awalnya sudah siap membela Marcel, mengurungkan niatnya mengingat dahulu ia hampir dibunuh. Nadira sudah siap membunuh Marcel dengan pedang birunya. Marcel yang terdesak tiba-tiba teringat akan busur yang diberikan Olga. Langsung saja ia sulut api dari obor dan lesatkan panah ke arah rambut Nadira hingga menjadi botak. Tapi tangan kanan Nadira, Icha, dengan cekatan segera memulihkan Nadira dan menyerang balik Marcel. Diucapkannya mantra-mantra aneh yang mulai mengubah Marcel seperti Keroro. Tiba-tiba terdengar azan maghrib. Dengan penuh ketaatan,Marcel mengambil air wuduh dan mendirikan Shalat.
Ternyata Nadira adalah musuh yang sportif, ia membiarkan Marcel menunaikan ibadah dulu. Bahkan memintanya untuk solat berjamaah bersama para budaknya dan dirinya sendiri. Setelah shalat,Marcel mohon diri untuk membawa 8 budak Nadira yang cantik-cantik itu. Tiba-tiba muncul Fido yang menggenggam Miranda Olga Viola yang setengah teler dan Marcel berkata "eh fido jangan nakal! ayo itu dilepasin!" fido pun menangis. Fido yang menangis malah semakin merengut Olga dan akhirnya Olga mati (hahaha). Nadira pun geleng-geleng kepala dengan pemandangan yang baru saja dilihatnya. Marcel yang kaget sontak memeluk tubuh mikro Olga dan marah sekali kepada Fido. Akhirnya,Marcel berkata kepada Nadira agar menghidupkan Olga sebagai gantinya ia tidak akan meminta 8 budaknya dan Nadira setuju.
Tapi sayangnya ilmu Nadira tidak setinggi itu, ia tidak bisa menghidupkan Olga dan menawarkan Rizka untuk mengganti kehadiran Olga. Marcel setuju, dan pulang hanya dengan membawa Rizka. Setelah beberapa langkah,Marcel berubah pikiran dan berkata pada Nadira "aku tidak jadi membawa Rizka,tak apa bila kau tidak bisa menghidupkan Olga tetapi dari pada ditukar dengan Rizka lebih baik aku pulang dengan tangan hampa" Dan akhirnya Marcel pulang menghadap orangtua Manda dengan tangan hampa.
Akhirnya ayah Manda membuat syarat lain, yaitu Manda boleh dinikahkan dengan Marcel asal sepaket dengan Afdisa. Marcel menerima syarat itu dengan riang gembira. Marcel yang sebenarnya tidak setuju dengan orangtua Manda mengatur siasat. Ia menyuruh Afdisa ikut Take Me Out agar ia hanya menikah dengan Manda. Tapi Afdisa yang tidak berhasil menggandeng lelaki lain akhirnya dipaksa dinikahi Marcel. Marcel kehabisan siasat dan menyetujui pernikahan satu paketnya. Setelah menikah,Marcel membawa Manda pergi ke rumah nenek tetapi Marcel meninggalkan Afdisa. Nenek Marcelpun ternyata menyukai Manda.
Suatu hari, Afdisa datang membawa sekeranjang apel dan menawarkannya kepada nenek Marcel dan Manda. Rupanya Afdisa tidak menyukai sikap Marcel padanya. Manda yang baik hati mempersilahkan Afdisa masuk. Tetapi nenek Marcel yang instingnya tajam langsung tidak menyukai kedatangannya. "Mau apa kau kemari? Aku tahu tujuanmu yang sesungguhnya!" kata nenek Marcel agak keras kepada Afdisa. "Aku hanya ingin menawarkan apel ini nek, bagus untuk kemudaan nenek," jawab Afdisa. Nenek Marcel yang tersinggung karena giginya tidak kuat makan apel malah diberi menepis apel-apel itu hingga jatuh ke tanah. Manda yang tidak tega melihat Afdisa akhirnya memakan sebuah apel buah tangan Afdisa. Manda menggigit sebuah apel yang warnanya merah dan putih, ia menggigit bagian putihnya terlebih dahulu. Seperti yang sudah disangka, Manda pun pingsan seketika.
Marcel yang baru pulang kerja terkejut melihat istrinya pingsan dengan imut. Sontak saja ia marah kepada Afdisa dan mengusirnya jauh-jauh. Tapi Afdisa tidak menyerah begitu saja, ia berkata pada Marcel bahwa Manda akan tertidur selama 100 tahun. Marcel pun berang, ia siap menerkam Afdisa. Tiba-tiba Marcel ingat tubuh kaku Olga yang ia simpan di kaus kaki dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Segera ia ambil,ulek dan usapkan ke wajah Manda dan Mandapun terbangun!
Afdisa berlari karena takut dibunuh Marcel, tapi sayang sandal swallownya lepas satu buah. Marcel yang iba kepada Afdisa mengambil sandal itu dan mengejar Afdisa untuk mengembalikannya. Marcel yang tidak tega melihat Afdisa,membelikan sepasang sandal converse sebagai gantinya. Tak disangka Manda cemburu melihatnya lalu Manda merujak Olga dengan ganas. Akhirnya Olga mati dan menghilang dari kehidupan (hahaha). Setelah beberapa lama hidup bahagia, diketahuilah bahwa sesungguhnya Manda adalah pemberian dari Buto Ijo, hasil dari permintaan nenek Marcel. Marcel yang kaget segera berselingkuh dengan Cindy. Mereka dikaruniai 2 orang anak. Lalu Marcel dan keluarganya hidup bahagia selama setengah hari kemudian. Tamat
Ketika Marcel sedang kebingungan dengan syarat cinta dari Orang tua Manda,lewatlah Farah Safrina dengan gaharnya. Seketika itulah Marcel mengakhiri kebosanannya dengan online memakai Axis eh mengakhiri kebingungannya dan terbesit sesuatu di otaknya. "Wah, onta Mesir ini cukup cantik untuk disembelih!" pikir Marcel. Dilihatnya pisau roti di sebelah kopinya, dan diterjangnya wanita bernama Farah itu. Ketika pisau itu ada di leher Farah,Marcel menjadi iba dan urung menyemblih Onta Mesir itu. Lalu,Marcel menghadap ayahanda Manda dan berkata bahwa ia tidak sanggup membunuh demi cinta. Di hadapan kedua orang tua Manda, Marcel menyembah dan berkata sambil menangis, "Aku tidak bisa membunuh apa pun! Binatang sekali pun! Meski demi cinta. Maafkan aku.. Maafkan..!!" Ayah Manda akhirnya mengubah persyaratannya, Marcel diperint...ahkan untuk memerdekakan 8 budak milik Nadira Putri.
Setelah melawati rawa pampers,hutan kribo dan lembah terjal,sampailah Marcel di depan gerbang kerajaan Nadira Putri. Namun ada penjaga-penjaga kuat yang menghalangi langkah Marcel. Ajeng dan Dela kini berhadapan dengan Marcel, masing-masing menaiki kerbau putih dan membawa sapu lidi. Marcel, yang tanpa perbekalan senjata apa pun, berfikir untuk mengalahkan mereka dengan goyang seksehnya. Dengan jurus goyang banci,Marcel sukses membuat Ajeng dan Dela muntah-muntah. Lalu,munculah penjaga emo bernama Miranda Olga Viola. Tapi Olga yang sesungguhnya baik hati dan lemah lembut itu dengan mudah mempersilahkan Marcel masuk ke istana, tak lupa Olga memberikannya busur panah sebagai senjata. Dengan ragu, Marcel menerimanya dan berterima kasih.
Setelah menerima senjata dari Olga,Marcel mendengar jeritan Olga yang terinjak Fido si bayi berukuran normal. Ternyata untuk sampai ke istana Nadira Putri,Marcel harus melawan Rendi Priatama terlebih dulu! Sayang sekali, Rendi yang baru saja kecelakaan ketika pergi berburu bisa dikalahkan dengan mudah oleh Marcel. Tanpa diduga, terdengar suara-suara berisik yang tidak jelas dari pintu besar di sebelah Marcel. Dengan ragu Marcel membuka pintu besar itu dan ternyata itu adalah kediaman Nadira Putri! Ternyata Nadira Putri sedang bersama 8 budak yang menjadi target Marcel ganteng.
Pandangan Marcel tertuju pada satu budak bernama Rizka. Nadira yang menyadari buruknya kedatangan Marcel menantang Marcel untuk berduel. Di mata Marcel,Rizka menimbulkan kesan berbeda entah apa. Marcel yang sedang melamun tiba-tiba dikejutkan oleh teriakan Nadira. "Siapa kau, manusia cacingan!? Beraninya mengotori kediamanku!" kata Nadira dengan berang. Marcel yang mendapat sedikit energi setelah melihat Rizka hanya menjawab, "Aku diperintahkan untuk memerdekakan 8 budakmu, aku berharap bisa dengan jalan yang halus." Tentu saja Nadira berang mendengar penuturan Marcel yang ganteng dan polos itu. "enak saja! tidak semudah itu memerdekakan 8 budak cantikku!" tanpa diduga munculah Farah Safrina yang ternyata salah satu dari 8 budak dan berbalik membela Marcel ganteng.
Farah yang awalnya sudah siap membela Marcel, mengurungkan niatnya mengingat dahulu ia hampir dibunuh. Nadira sudah siap membunuh Marcel dengan pedang birunya. Marcel yang terdesak tiba-tiba teringat akan busur yang diberikan Olga. Langsung saja ia sulut api dari obor dan lesatkan panah ke arah rambut Nadira hingga menjadi botak. Tapi tangan kanan Nadira, Icha, dengan cekatan segera memulihkan Nadira dan menyerang balik Marcel. Diucapkannya mantra-mantra aneh yang mulai mengubah Marcel seperti Keroro. Tiba-tiba terdengar azan maghrib. Dengan penuh ketaatan,Marcel mengambil air wuduh dan mendirikan Shalat.
Ternyata Nadira adalah musuh yang sportif, ia membiarkan Marcel menunaikan ibadah dulu. Bahkan memintanya untuk solat berjamaah bersama para budaknya dan dirinya sendiri. Setelah shalat,Marcel mohon diri untuk membawa 8 budak Nadira yang cantik-cantik itu. Tiba-tiba muncul Fido yang menggenggam Miranda Olga Viola yang setengah teler dan Marcel berkata "eh fido jangan nakal! ayo itu dilepasin!" fido pun menangis. Fido yang menangis malah semakin merengut Olga dan akhirnya Olga mati (hahaha). Nadira pun geleng-geleng kepala dengan pemandangan yang baru saja dilihatnya. Marcel yang kaget sontak memeluk tubuh mikro Olga dan marah sekali kepada Fido. Akhirnya,Marcel berkata kepada Nadira agar menghidupkan Olga sebagai gantinya ia tidak akan meminta 8 budaknya dan Nadira setuju.
Tapi sayangnya ilmu Nadira tidak setinggi itu, ia tidak bisa menghidupkan Olga dan menawarkan Rizka untuk mengganti kehadiran Olga. Marcel setuju, dan pulang hanya dengan membawa Rizka. Setelah beberapa langkah,Marcel berubah pikiran dan berkata pada Nadira "aku tidak jadi membawa Rizka,tak apa bila kau tidak bisa menghidupkan Olga tetapi dari pada ditukar dengan Rizka lebih baik aku pulang dengan tangan hampa" Dan akhirnya Marcel pulang menghadap orangtua Manda dengan tangan hampa.
Akhirnya ayah Manda membuat syarat lain, yaitu Manda boleh dinikahkan dengan Marcel asal sepaket dengan Afdisa. Marcel menerima syarat itu dengan riang gembira. Marcel yang sebenarnya tidak setuju dengan orangtua Manda mengatur siasat. Ia menyuruh Afdisa ikut Take Me Out agar ia hanya menikah dengan Manda. Tapi Afdisa yang tidak berhasil menggandeng lelaki lain akhirnya dipaksa dinikahi Marcel. Marcel kehabisan siasat dan menyetujui pernikahan satu paketnya. Setelah menikah,Marcel membawa Manda pergi ke rumah nenek tetapi Marcel meninggalkan Afdisa. Nenek Marcelpun ternyata menyukai Manda.
Suatu hari, Afdisa datang membawa sekeranjang apel dan menawarkannya kepada nenek Marcel dan Manda. Rupanya Afdisa tidak menyukai sikap Marcel padanya. Manda yang baik hati mempersilahkan Afdisa masuk. Tetapi nenek Marcel yang instingnya tajam langsung tidak menyukai kedatangannya. "Mau apa kau kemari? Aku tahu tujuanmu yang sesungguhnya!" kata nenek Marcel agak keras kepada Afdisa. "Aku hanya ingin menawarkan apel ini nek, bagus untuk kemudaan nenek," jawab Afdisa. Nenek Marcel yang tersinggung karena giginya tidak kuat makan apel malah diberi menepis apel-apel itu hingga jatuh ke tanah. Manda yang tidak tega melihat Afdisa akhirnya memakan sebuah apel buah tangan Afdisa. Manda menggigit sebuah apel yang warnanya merah dan putih, ia menggigit bagian putihnya terlebih dahulu. Seperti yang sudah disangka, Manda pun pingsan seketika.
Marcel yang baru pulang kerja terkejut melihat istrinya pingsan dengan imut. Sontak saja ia marah kepada Afdisa dan mengusirnya jauh-jauh. Tapi Afdisa tidak menyerah begitu saja, ia berkata pada Marcel bahwa Manda akan tertidur selama 100 tahun. Marcel pun berang, ia siap menerkam Afdisa. Tiba-tiba Marcel ingat tubuh kaku Olga yang ia simpan di kaus kaki dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Segera ia ambil,ulek dan usapkan ke wajah Manda dan Mandapun terbangun!
Afdisa berlari karena takut dibunuh Marcel, tapi sayang sandal swallownya lepas satu buah. Marcel yang iba kepada Afdisa mengambil sandal itu dan mengejar Afdisa untuk mengembalikannya. Marcel yang tidak tega melihat Afdisa,membelikan sepasang sandal converse sebagai gantinya. Tak disangka Manda cemburu melihatnya lalu Manda merujak Olga dengan ganas. Akhirnya Olga mati dan menghilang dari kehidupan (hahaha). Setelah beberapa lama hidup bahagia, diketahuilah bahwa sesungguhnya Manda adalah pemberian dari Buto Ijo, hasil dari permintaan nenek Marcel. Marcel yang kaget segera berselingkuh dengan Cindy. Mereka dikaruniai 2 orang anak. Lalu Marcel dan keluarganya hidup bahagia selama setengah hari kemudian. Tamat
Langganan:
Komentar (Atom)